
loading…
FIFA menghadapi perbedaan pandangan dengan federasi sepak bola Iran dan Mesir menjelang laga Grup Piala Dunia 2026 antara kedua negara di Seattle, Amerika Serikat / Foto: NY Times
Federasi Sepak Bola Iran mengonfirmasi telah meminta FIFA untuk memastikan tidak ada kegiatan promosi atau seremoni yang berkaitan dengan gerakan LGBTQ+ di dalam stadion maupun sebagai bagian dari lingkungan resmi pertandingan. Menurut Iran, posisi tersebut juga didukung oleh Federasi Sepak Bola Mesir.
Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa kedua negara memiliki kesamaan nilai budaya dan agama sehingga berharap FIFA mempertimbangkan pandangan mereka terkait penyelenggaraan pertandingan. “Kami berpendapat bahwa tidak boleh ada seremoni atau kegiatan promosi yang terkait dengan gerakan tersebut di dalam stadion maupun sebagai bagian dari lingkungan pertandingan,” demikian pernyataan Federasi Sepak Bola Iran dikutip dari NY Times, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Selain itu, Iran juga meminta FIFA untuk membatasi penggunaan simbol atau representasi yang berkaitan dengan gerakan tersebut di dalam stadion. Di sisi lain, FIFA menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 merupakan ajang yang inklusif.
Badan sepak bola dunia itu menyatakan bahwa bendera pelangi dan simbol lain yang mewakili orientasi seksual maupun identitas gender tetap diperbolehkan sesuai dengan Kode Etik Stadion Piala Dunia 2026. Kontroversi ini bermula setelah panitia penyelenggara lokal Seattle menetapkan pertandingan Mesir kontra Iran sebagai bagian dari rangkaian perayaan Pride Weekend di kota tersebut.
Sejak Seattle dipastikan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia, berbagai kegiatan untuk merayakan keberagaman telah dirancang oleh panitia lokal dan dijadwalkan berlangsung bertepatan dengan hari pertandingan. Meski demikian, FIFA menegaskan bahwa inisiatif tersebut bukan bagian dari program resmi Piala Dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino bahkan sebelumnya menekankan bahwa tidak ada “Pertandingan Pride” dalam agenda resmi FIFA.