
loading…
Hasil survei dari IndexMundi Global Surveys belakangan ini memicu perbincangan publik setelah menempatkan Polri dalam posisi tertinggi sebagai institusi yang dipersepsikan paling korup di Asia Tenggara. Foto/SindoNews
Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menegaskan kritik utama bukan tertuju pada objek yang dinilai, melainkan pada validitas metodologi riset tersebut. Menurutnya, kegagalan metodologis membuat kesimpulan akhir dari survei itu tidak dapat dipertanggungjawabkan secara statistik.
“Kelemahan utama metodologi IndexMundi Global Surveys terletak pada penggunaan survei online terbuka (open web-based polling) tanpa kontrol sampel yang ketat,” ujar Burhanuddin saat dihubungi wartawan, Senin (6/7/2026).
Baca juga: Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta itu menjabarkan, bahwa model pengumpulan data acak di internet tidak mencerminkan realitas populasi yang sebenarnya. “Data yang dihasilkan mencerminkan persepsi subjektif pengguna internet, bukan data statistik empiris yang terverifikasi secara ilmiah,” lanjutnya.