
loading…
Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Lembaga Administrasi Negara (LAN). Foto/istimewa
Begitu juga di sektor pendidikan masih ditemukan keterbatasan kualitas dan kesejahteraan guru, minimnya infrastruktur, serta disparitas akses teknologi menjadi hambatan serius.
Hal itu disampaikan Perwakilan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Lembaga Administrasi Negara (LAN) Hadi Pranata saat memaparkan policy brief bertema “Peningkatan Kualitas SDM yang Berdaya Saing Global Untuk Mewujudkan Indonesia Maju”.
Baca juga: LAN-Kemenkum Resmikan Forum Kebijakan untuk Perkuat Sinergi Kementerian dan Lembaga
Hadi menyebut sangat dibutuhkan adanya kebijakan yang lebih komprehensif untuk menjawab tantangan rendahnya kualitas SDM Indonesia. Kondisi sosial juga tak kalah penting, ketimpangan kesempatan kerja antara pusat dan daerah juga memperburuk disparitas pembangunan manusia.
“Selain itu, lemahnya penguasaan teknologi di bidang informasi, komunikasi, transportasi, medis, pangan, energi, hingga pertanian, keempat aspek tersebut dinilai memengaruhi kemampuan SDM untuk memenangkan persaingan global,” ungkapnya, Jumat (3/9/2025).
Dalam kajian lebih lanjut, peserta PKN II Angkatan X menelaah dan mengkritisi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbud Ristek) Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.