
loading…
Foto: Doc. Istimewa
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan langkah ini diambil guna memastikan kebutuhan pangan warga terdampak tetap dapat terpenuhi. “Dapur umum ini bertujuan memberikan makanan dan minuman kepada warga yang mengalami kesulitan akibat banjir. Kami berupaya memberikan bantuan terbaik agar masyarakat terdampak dapat bertahan dalam situasi ini,” katanya.
Ia menyampaikan, sejak pertama didirikan pada Kamis (23/10) sampai dengan saat ini Jumat (31/10), tercatat total nilai bantuan logistik penanganan bencana banjir di Kota Semarang mencapai Rp900 juta dan telah melayani lebih dari 1.000 jiwa yang membutuhkan bantuan pangan. Menurutnya, pelayanan dapur umum diprioritaskan untuk seluruh penyintas banjir dan memberikan jaminan semua mendapatkan makanan secara merata tanpa terkecuali.
“Tidak boleh ada warga yang tidak terjangkau atau tidak mendapat bantuan. Dinsos, BPBD, Tim Tagana (Taruna Siaga Bencana–red) dan relawan terus bekerja untuk memastikan setiap warga mendapatkan makanan,” tegasnya.
Agustina menuturkan bahwa posko dapur umum menyuplai beragam jenis bantuan, mulai dari air mineral, sembako, sayur-mayur, tahu, tempe, makanan kaleng, hingga nasi bungkus. Di samping itu, logistik lainnya, seperti obat-obatan, kebutuhan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, kebutuhan lansia, _family kit_, serta perlengkapan dasar lainnya pun tersedia untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.