
loading…
Maarif Institute mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk menelusuri keteladanan luhur Guru Bangsa, Ahmad Syafii Maarif, melalui rangkaian penyelenggaraan Bulan Buya yang digelar di Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Jakarta. Foto/Istimewa
Melanjutkan estafet kultural tersebut, Sumatera Barat selanjutnya menjadi tuan rumah agenda utama kedua. Dalam hal ini, Maarif Institute bekerja sama dengan Komunitas Talago Buni dan Institut Seni Indonesia Padang Panjang mempersembahkan Pentas Budaya kolaboratif bertajuk “Bertutur tentang Guru Bangsa: Kaba Kebangsaan dari Minangkabau” di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, ISI Padang Panjang,Minggu (31/5/2026).
Seluruh rangkaian perayaan Bulan Buya ini nantinya bergerak menuju puncaknya yang direncanakan bertempat di Jakarta pada pertengahan bulan Juni mendatang.
Baca Juga: Gus Dur Sangat Menghormati Buya Ahmad Syafii Maarif
“Dipilihnya Ranah Minang sebagai simpul kedua dari rangkaian tiga kota ini membawa pesan mendalam. Agenda pentas budaya yang digelar secara gratis dan terbuka untuk umum ini bukan sekadar sebuah tontonan semata, melainkan sebuah undangan terbuka untuk merenung bersama di tengah riuh dan dinamisnya tantangan zaman,” kata Manajer Pelaksana Bulan Buya, Akbar Nicholas.
Melalui medium pertunjukan seni bertutur, ingatan serta ketegasan moral Buya Syafii Maarif dihidupkan kembali, mengajak kita semua untuk pulang pada nilai-nilai keadaban luhur yang dihidupkan beliau sepanjang perjalanan hidupnya, salah satunya di bumi Minangkabau. Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Maarif Institute Andar Nubowo menyampaikan bahwa peringatan hari lahir dan empat tahun wafatnya Buya Syafii Maarif merupakan salah satu upaya untuk merawat dan mengembangkan pemikiran dan gagasan Buya Syafii, di tengah kehidupan bangsa yang majemuk.
“Satu momen reflektif yang menyentuh sisi emosional dan intelektual hadirin sebelum memasuki pertunjukan utama adalah sesi membaca ulang Kuliah Umum Buya Syafii Maarif,” ujarnya.