Gelar Dialog Lintas Agama, Menag Tawarkan Kerukunan Ekologis Dunia



loading…

Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan kerukunan umat beragama harus diperluas menjadi kerukunan ekologis. Foto/istimewa

JAKARTA – Indonesia menguatkan posisinya sebagai laboratorium kerukunan dunia melalui Dialog Kerukunan Lintas Agama yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Muslim World League (MWL) di Auditorium KH. M. Rasjidi, Jakarta. Tahun ini, dialog menempatkan isu ekoteologi sebagai fokus utama, yaitu gagasan bahwa tanggung jawab keagamaan mencakup relasi manusia dengan alam.

Acara yang dihadiri lebih dari 350 peserta mulai dari pejabat Kemenag, tokoh lintas agama, akademisi, hingga komunitas keagamaan menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu lingkungan. Terlebih, setelah bencana besar melanda Sumatra hingga menjadi sorotan dan mengingatkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan nilai keimanan tidak dapat dipisahkan dari sikap manusia terhadap lingkungan. Nasaruddin Umar menyebut perilaku merusak alam seperti pembakaran hutan atau pembuangan sampah sembarangan bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengingkaran terhadap amanah moral sebagai penjaga bumi.

Baca juga: Sekjen Liga Muslim Dunia Sampaikan Khutbah Jumat di Jakarta, Serukan Persatuan Umat

“Tidak mungkin seseorang mengaku beriman secara utuh jika masih merusak lingkungan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *