Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?



loading…

Presiden ke-7 RI Jokowi menginjak kepala kerbau di atas karpet bewarna merah saat menerima gelar adat kehormatan Baginda Pemuka Bangsa di Lampung. Foto/istimewa

JAKARTA – Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli mempersilakan masyarakat untuk menilai gesture Presiden ke-7 RI Joko Widodo ( Jokowi ) yang menginjak kepala kerbau di atas karpet bewarna merah saat menerima gelar adat kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa”. Gelar kehormatan tersebut dianugerahkan oleh lima kerajaan adat Lampung, Sabtu, 27 Juni 2026.

“Biarlah rakyat yang menilai,” kata Guntur saat dihubungi, Minggu (28/6/2026).

Guntur pun berkomentar banyak terkait hal tersebut. Ia mempersilakan rakyat untuk menilai apakah bentuk injak kepala kerbau itu merupakan bagian dari ritual atau simbolisasi perendahan politik. “Kami tidak ada komentar, apa itu bagian dari adat, atau ekspresi kesombongan atau simbolisasi perendahan politik?” ujar Guntur.

Baca juga: Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan blusukan ke Provinsi Lampung. Dalam kunjungan tersebut, beliau menerima gelar adat kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa” yang dianugerahkan oleh lima kerajaan adat Lampung.

Gelar adat tersebut diberikan melalui sebuah prosesi sakral yang digelar di Rumah Adat Lampung Kedatun Keagungan, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandarlampung, pada Sabtu,27 Juni 2026.

Prosesi penganugerahan ini dihadiri langsung oleh para sultan, penyimbang adat, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam acara tersebut, Jokowi tampak mengenakan pakaian adat Lampung lengkap sebagai bagian dari rangkaian penyematan resmi.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *