
loading…
Foto: Doc. Istimewa
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia tercatat lebih dari 17,8 juta orang. Meski demikian tingkat partisipasi kerja mereka baru mencapai 23,94 persen.
Kesenjangan ini semakin nyata merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menunjukkan bahwa dari 4,2 juta penyandang disabilitas sensorik netra, hanya sekitar 1% yang berhasil masuk ke sektor formal.
Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Mitra Netra meluncurkan Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia pada tanggal 11 Desember 2025 sebagai referensi strategis bagi masyarakat, pemangku kebijakan, dan penyedia lapangan kerja dalam membangun ekosistem kerja yang inklusif.
Kepala Bagian Tenaga Kerja Mitra Netra Aria Indrawati mengungkapkan, penerbitan Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia merupakan langkah strategis dalam rangka menyelaraskan potensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri nasional. Menurut Aria, besarnya peluang kontribusi talenta tunanetra perlu dioptimalkan, khususnya di sektor formal.
“Mereka (perekrut kerja) juga harus memiliki wawasan, pengetahuan tentang perekrutan penyandang disabilitas dari berbagai ragam,” kata Aria saat ditemui dalam acara Media Gathering bertajuk “35 Tahun Mitra Netra Bersama Media Berperan Membangun Indonesia yang Inklusif” di Hotel Artotel Gelora Senayan, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
“Sehingga tidak ada lagi stereotip disabilitas tapi yang bisa melihat, bisa berjalan, bisa mendengar, jadi yang totally blind bagaimana dong. Nah itu yang masih harus terus kami perjuangkan,” lanjut dia.