
loading…
Memperingati WDHD 2026, orang tua diajak memahami pentingnya kesehatan saluran cerna anak sebagai fondasi utama tumbuh kembang optimal. Foto/Dok. SindoNews
Sejalan dengan tema global tahun ini, “Chronic Diarrhea: Don’t Flush the Signs Away”, kampanye ini juga mengingatkan bahwa gangguan saluran cerna yang terlihat ringan tidak selalu dapat diabaikan dan memerlukan perhatian lebih untuk mencegah dampak jangka panjang. Masalah pencernaan pada anak masih kerap dianggap sebagai kondisi yang normal oleh orang tua. Baca juga: Tanda Anak Alami Masalah Pencernaan
Padahal, saluran cerna anak merupakan sistem yang kompleks dan masih terus berkembang, serta memiliki peran penting dalam penyerapan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kenyamanan anak dalam beraktivitas sehari-hari. Ketidakseimbangan mikrobiota usus sejak dini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang berulang, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak.
Selain itu, periode awal kehidupan merupakan critical window dalam pembentukan mikrobiota usus, di mana saluran cerna lebih sensitif terhadap perubahan pola makan dan lingkungan, sehingga membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat agar berkembang optimal sesuai usia anak.
Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua – Dokter Spesialis Anak Konsultan Subspesialis Gastrohepatologi Anak menjelaskan, saluran cerna anak bukan hanya organ pencernaan, melainkan sistem yang kompleks dan terus berkembang. “Keseimbangan mikrobiota usus sangat penting karena berpengaruh besar terhadap penyerapan nutrisi dan kenyamanan anak sehari-hari,” katanya, Minggu (31/5/2026).