Dokter Indonesia Kembangkan AI untuk Deteksi Dini Gagal Jantung, Pasien Tak Lagi Bolak-balik Masuk RS



loading…

Dokter Indonesia kembangkan AI untuk deteksi dini gagal jantung, Foto: Mei Sada Siratit

JAKARTA – Penyakit jantung masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Tak hanya jumlah penderitanya yang menempati posisi kedua terbanyak di Asia setelah China, pasien gagal jantung juga kerap harus bolak-balik menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisinya kembali memburuk.

Melihat persoalan tersebut, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Primaya Hospital Tangerang, dr. Rony M Santoso, SpJP, SubSp.K.I(K), SubSp.Vas(K), FIHA, menghadirkan inovasi AI untuk membantu mendeteksi dini kondisi pasien.

Menurut dr. Rony, salah satu penyebab tingginya angka rawat ulang pasien gagal jantung adalah masih adanya cairan di paru-paru yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan biasa menggunakan stetoskop. Kondisi paru-paru penuh cairan atau kongesti ini masih sering tidak terdengar meski dokter mengguunakan stetoskop.Hal itu karena keterbatasan pendengaran manusia.

Baca Juga : Tanda Gagal Jantung Bisa Dilihat dari Bentuk Kaki, Begini Cirinya

“Setelah kita lihat, salah satu faktor pencetus daripada rehospitalisasi atau rawat berulang, itu adalah kondisi di mana di dalam paru-parunya itu masih ada cairan atau kongesti yang subklinis,” ujarnya pada Selasa (14/7/2026).



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *