
loading…
Menjaga kesehatan kulit saat ini tidak lagi dipandang sebagai aspek estetika semata, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya di generasi muda. Foto/ist
Seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya perawatan kulit dari dalam, konsumsi kolagen menjadi salah satu metode yang banyak dipilih untuk mendukung kesehatan kulit secara menyeluruh.
Salah satu pendekatan yang mulai dikenal adalah konsumsi kolagen secara rutin selama 14 hari atau yang kerap disebut sebagai 14-day collagen challenge. Secara ilmiah, pendekatan ini memiliki dasar yang relevan. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Cosmetic Dermatology menunjukkan bahwa suplementasi kolagen selama 2 hingga 4 minggu dapat memberikan peningkatan pada hidrasi kulit sebagai tahap awal perbaikan kondisi kulit.
Pada minggu pertama konsumsi, tubuh mulai menunjukkan respons dalam bentuk peningkatan hidrasi kulit. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang terasa lebih lembap dan tidak mudah mengalami kekeringan, terutama pada individu yang beraktivitas di lingkungan dengan paparan pendingin udara dalam durasi panjang.
Memasuki minggu kedua atau sekitar hari ke-14, kolagen mulai berperan dalam mendukung elastisitas kulit. Pada fase ini, tekstur kulit secara bertahap dapat terasa lebih halus dan kenyal, meskipun perubahan visual umumnya masih bersifat bertahap.
Selain itu, studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Dermatology yang melibatkan 1.125 partisipan dari 19 penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kolagen secara konsisten berkontribusi terhadap peningkatan elastisitas, kelembapan kulit, serta membantu menyamarkan kerutan.
Dalam mendukung proses pembentukan kolagen di dalam tubuh, asupan vitamin C juga memegang peranan penting. Vitamin C berfungsi sebagai kofaktor dalam sintesis kolagen serta berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet dan polusi. Selain itu, vitamin C juga diketahui berkontribusi dalam membantu mencerahkan kulit.