114 Jemaah Umrah Berangkat Bersama Komunitas Pencinta Kopi, Rayakan Syukur Lewat Perjalanan Spiritual



loading…

Ada aroma syukur yang harum di udara. Foto/istimewa

JAKARTA – Ada aroma syukur yang harum di udara. Bukan dari seduhan kopi, tapi dari doa dan haru para jemaah yang menunaikan ibadah umrah bersama Kopi Kapal Api. Tahun ini, Kopi Kapal Api memberangkatkan 114 peserta ke Tanah Suci, terdiri dari konsumen setia pemenang program Kapal Api Gebyar 100 Umroh Miliaran Hadiah, pedagang komunitas Kopi Keliling (KOPLING), pedagang Warung Kapal Api (WARKAPI), serta karyawan berprestasi yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan Kopi Kapal Api.

“Kopi Kapal Api lahir dan tumbuh bersama masyarakat. Kami ingin berbagi semangat, kebahagiaan dan berkah dengan mereka yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami selama ini. Program umrah ini bukan sekadar hadiah, tapi ungkapan syukur kami,” ujar Fidelius Marlfel, Perwakilan Manajemen Kapal Api dengan hangat.

Fidelius Marlfel menambahkan bahwa program ini tidak hanya mengenai pemberangkatan semata, melainkan sebagai bentuk komitmen jangka panjang perusahaan untuk terus dekat kepada para konsumen dan mitra setia Kapal Api. “Setiap cangkir Kopi Kapal Api punya cerita. Ada kerja keras pedagang, ada kesetiaan konsumen, dan ada dedikasi karyawan di dalamnya. Kami ingin momen umrah ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan hadiah yang jauh lebih berharga — ketenangan batin dan pengalaman spiritual yang tidak terlupakan”.

Perjalanan spiritual ini berhasil dilaksanakan dengan sukses dari akhir Oktober hingga awal November 2025, sebagai bentuk nyata rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah setia mendukung dan menemani setiap langkah perjalanan Kapal Api.

Suasana penuh dengan rasa syukur dan bangga terlihat jelas sejak pelepasan keberangkatan. Salah satu peserta, Muharom, peraih program umrah asal Pasuruan mengungkapkan rasa haru dan bangganya bisa ikut serta dalam kesempatan ini.

“Saya tidak pernah membayangkan bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci. Dari berjualan kopi setiap hari sampai akhirnya diberangkatkan umrah, rasanya seperti mimpi. Terima kasih Kapal Api, terima kasih sudah melihat dan menghargai perjuangan kami,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Pada kesempatan yang sama Pak Anwari asal Jember bercerita bahwa tidak pernah terbayangkan kalau kopi yang ia bagikan ke mushola-mushola untuk pengajian selama bulan



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *