
loading…
Harga minyak dunia turun tajam setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. FOTO/The Telegraph
“Setidaknya dibutuhkan empat bulan untuk kembali mencapai 80% dari arus energi sebelum konflik,” ujar Kepala Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), Sultan Ahmed Al Jaber, seperti dikutip The New York Times, Rabu (17/6/2026).
Kesepakatan yang diumumkan pada Minggu dan dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni tersebut akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sempat ditutup Iran pada akhir Februari setelah pecahnya konflik dengan Amerika Serikat. Namun, para pakar menilai tantangan logistik untuk memulihkan perdagangan energi melalui salah satu jalur maritim terpenting dunia masih sangat besar.
Baca Juga: Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Capital Economics memproyeksikan arus energi global baru akan mencapai sekitar 80 persen dari tingkat sebelum perang pada September mendatang. Sementara itu, laporan Reuters menyebut ladang-ladang minyak yang terdampak penutupan selat kemungkinan hanya mampu kembali berproduksi sekitar 70% dalam tiga bulan pertama dan mencapai 90% dalam enam bulan, dengan asumsi pemulihan dilakukan secara bertahap.