
loading…
Perusahaan berperan sebagai penggerak adopsi teknologi rendah karbon, kontributor data dalam SRN, pendorong pertumbuhan rendah emisi, serta mitra strategis dalam pembiayaan iklim dan pengembangan pasar karbon. Foto/Dok
Sebelumnya dokumen ringkasan ini telah diluncurkan secara resmi di tengah momentum COP30 di Belém, yang menegaskan pentingnya komitmen iklim terbaru negara-negara menuju 2035. Indonesia sendiri telah menetapkan Second Nationally Determined Contribution (SNDC) 2031–2035 yang selaras dengan RPJPN dan visi net-zero 2060 . Namun kebutuhan pendanaan transisi sangat besar, hingga mencapai USD 757,6 miliar.
Dalam acara ini, Bappenas dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan bahwa sektor swasta adalah penggerak utama ekonomi hijau Indonesia. Perusahaan berperan sebagai penggerak adopsi teknologi rendah karbon, kontributor data dalam SRN, pendorong pertumbuhan rendah emisi, serta mitra strategis dalam pembiayaan iklim dan pengembangan pasar karbon. Pemerintah juga menyoroti berbagai kebijakan dan insentif yang sedang dipersiapkan untuk memudahkan investasi hijau.
Dokumen ringkasan yang disusun menyebut bahwa transisi ekonomi rendah emisi membuka peluang investasi hingga USD3,8 triliun. Lebih dari 100 perusahaan Indonesia telah menetapkan target net-zero berdasarkan science-based target.
Baca Juga: IBCSD dan Kadin Net Zero Hub Dorong Akselerasi Dekarbonisasi di Kawasan Industri MM2100