
loading…
Sektor panas bumi jadi investasi yang menjanjikan. Foto: Dok PGE
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, PGEO melaporkan pendapatan sebesar US$ 432,73 juta dan laba bersih US$ 137,67 juta. Tak hanya itu, perusahaan juga mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah (all time high), menandai momentum pertumbuhan yang konsisten.
Pengamat energi sekaligus anggota Dewan Pengawas Rumah Energi, Elrika Hamdi, menilai capaian tersebut mencerminkan semakin strategisnya peran energi panas bumi dalam bauran energi nasional.
Baca Juga : Panas Bumi Jadi Tulang Punggung Transisi Energi, Analis Nilai Prospek PGEO Positif
“Kalau melihat rencana transisi energi Indonesia ke depan, bisnis PGEO memiliki potensi tinggi untuk berkembang. Masih banyak lapangan panas bumi yang sedang dieksplorasi dan bisa dikembangkan lebih lanjut, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor,” ujarnya dalam panggilan video, Selasa (31/3/2026).
Menurut Elrika, kinerja keuangan yang positif juga menunjukkan kemampuan manajemen PGEO dalam menjaga keseimbangan antara performa finansial dan pengelolaan risiko teknis—dua aspek krusial dalam industri geothermal.