
loading…
Harga minyak mentah Brent kembali melemah pada perdagangan Rabu (24/6). FOTO/Reuters
Penurunan tersebut memperpanjang koreksi harga Brent yang telah merosot lebih dari 35% dibandingkan puncaknya pada April 2026 di atas USD120 per barel. Level harga saat ini mendekati posisi sebelum eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari lalu.
Kesepakatan memorandum antara Washington dan Teheran yang diteken pada 17 Juni 2026 mencakup penghentian operasi militer serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Baca Juga: Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Dikutip dari US News, kembalinya pasokan minyak yang sempat tertahan membuat pasar kembali dibanjiri suplai dalam waktu relatif singkat.
Analis Kpler Muyu Xu memperkirakan sekitar 93 juta barel minyak non-Iran sempat tertahan di kawasan Teluk Persia selama penutupan Selat Hormuz. Selain itu, sekitar 72 juta barel minyak mentah Iran juga masih tersimpan di kapal tanker di wilayah barat Chabahar.
Lembaga keuangan UBS memperkirakan sekitar 80% pasokan minyak yang sempat terganggu akan kembali normal dalam tiga bulan ke depan dan mencapai sekitar 90% pada akhir tahun. Kondisi tersebut mulai tercermin pada pasar fisik minyak mentah global.