
loading…
Pembeli berbondong-bondong membeli minyak mentah AS seiring dengan ketegangan di Iran yang menekan pasokan di Timur Tengah. FOTO/Nikkei Asia
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata tersebut,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam unggahannya di X, dikutip dari The Economics Times, Selasa (20/4/2026).
Baca Juga: Dunia Kehilangan Produksi Minyak Rp856 Triliun Imbas Perang Iran, Dampaknya Bertahun-tahun
Data LSEG menunjukkan, antara pukul 12.24 hingga 12.25 GMT hanya 20 menit sebelum unggahan Araghchi, para pelaku pasar telah melepas gabungan 7.990 lot kontrak berjangka Brent. Sesaat setelah pengumuman resmi tersebut keluar, harga minyak mentah langsung merosot tajam hingga 11%, yang memberikan keuntungan besar bagi pihak yang melakukan posisi jual (short) sesaat sebelumnya.
Insiden ini menambah panjang daftar spekulasi yang dinilai mencurigakan terkait konflik di Timur Tengah. Sebelumnya pada 7 April, taruhan senilai USD950 juta atau setara Rp16,2 triliun ditempatkan hanya beberapa jam sebelum AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Hal serupa terjadi pada 23 Maret, di mana investor menjual kontrak minyak senilai USD500 juta atau setara Rp8,5 triliun tepat 15 menit sebelum Presiden Trump menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran.