
loading…
Foto: Doc. Istimewa
Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menekankan bahwa Festival Syawal bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan pasca-Ramadan. Menurutnya, pemberdayaan UMK harus dilakukan secara komprehensif agar memiliki daya saing yang kuat. “Bagi kami, pemberdayaan UMK bukan hanya soal menerbitkan sertifikat halal, tetapi membekali mereka agar bisa naik kelas,” ujar Muti dalam Sambutannya di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat, Kamis (30/4).
Hingga tahun 2025, Festival Syawal tercatat telah mengedukasi hampir 10.000 peserta dan memfasilitasi sertifikasi bagi lebih dari 1.500 UMK. Berkat konsistensinya, program ini meraih berbagai penghargaan nasional, termasuk Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) dan Best NGO Initiative 2024.
Tahun ini, Festival Syawal mengangkat tema “Toko Bahan Baku Halal, Langkah Awal Menuju UMKM Tangguh”. Pemilihan tema tersebut didasarkan pada tantangan nyata di lapangan, di mana banyak pelaku UMK masih kesulitan memperoleh bahan baku yang terjamin kehalalannya.
Muti menjelaskan bahwa penguatan sektor hilir tidak akan maksimal tanpa dukungan di sektor hulu. Ia menilai toko bahan baku halal masih menjadi mata rantai yang perlu diperkuat dalam ekosistem halal di Indonesia.