
loading…
dr. Djaja Surya Atmadja dalam program siniar bersama Prof. Rhenald Kasali. FOTO/dok.SindoNews
Menurut dr. Djaja, isu BPA perlu menjadi perhatian karena senyawa tersebut digunakan dalam material polikarbonat yang terdapat pada sebagian galon guna ulang. Seiring penggunaan berulang dan usia pakai yang panjang, potensi perpindahan BPA dari kemasan ke air minum menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan konsumen.
“Karena sintetik hormon, dia bisa mengganggu hormon. Kalau dikasih minum begitu-begituan, anak kecil bisa gangguan konsentrasi, gangguan tumbuh kembang, gangguan perilaku. Perempuan, gangguan hormon, gangguan kesuburan,” kata dr. Djaja dalam program siniar bersama Prof. Rhenald Kasali dikutip Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: BPA Galon Bisa Picu Biaya Kesehatan Jangka Panjang, Pakar Dorong Pencegahan dari Hulu
Ia menjelaskan BPA atau Bisphenol A memiliki karakteristik yang menyerupai hormon sintetis sehingga paparan dalam jangka panjang menjadi perhatian sejumlah kalangan kesehatan. Oleh karena itu, penggunaan kemasan yang bersentuhan langsung dengan air minum perlu mendapat pengawasan, terutama jika digunakan secara berulang dalam waktu lama.