
loading…
Konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat (AS)–Israel yang memasuki hari ketujuh mulai mengguncang perdagangan otomotif global. FOTO/Caixin Global
Gangguan logistik terjadi setelah pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti akibat meningkatnya risiko keamanan. Situasi diperparah oleh serangan Iran terhadap Pelabuhan Jebel Ali di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yang merupakan pusat transshipment kendaraan terbesar di kawasan tersebut. “Bisnis kami ke Iran benar-benar terhenti,” ujar seorang manajer ekspor di produsen otomotif milik China kepada Caixin, dikutip pada Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Iran Berperang, Krisis Energi Negara-negara Ini Makin Parah
Produsen otomotif China menjadi salah satu pihak paling terdampak. Data China Passenger Car Association menunjukkan dari 8,32 juta kendaraan yang diekspor Tiongkok pada 2025, sekitar 1,39 juta unit atau hampir seperenamnya dikirim ke negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan UEA. Bahkan, UEA menerima sekitar 567.000 kendaraan China tahun lalu menegaskan peran Dubai sebagai pusat distribusi untuk pasar Timur Tengah, Afrika Barat, dan Afrika Utara.
Gangguan ini meluas ketika sejumlah perusahaan pelayaran menghentikan layanan ke kawasan tersebut meskipun operator pelabuhan DP World melanjutkan operasi secara terbatas. Akibatnya, jalur logistik global ikut terdampak, termasuk pengiriman dari China ke Eropa yang kini mengalami penundaan hingga 10–15 hari setelah kapal dialihkan melalui Tanjung Harapan.