
loading…
TBS Energi Utama melanjutkan langkah transformasi menuju bisnis hijau dengan memasuki fase konsolidasi dan penguatan operasional. FOTO/dok.SindoNews
Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, TBS mencatat pendapatan konsolidasian sebesar USD 288,2 juta, turun 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama dipengaruhi fluktuasi harga batu bara. Meski demikian, transformasi menuju portofolio hijau menunjukkan hasil yang semakin konkret.
Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina, menyatakan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis hijau.
“Kami telah menuntaskan fase transformasi dan kini fokus pada penguatan operasional di seluruh pilar hijau. Dengan kas yang kuat, struktur keuangan yang sehat, dan arah strategi yang jelas, TBS siap melangkah ke fase optimalisasi profitabilitas dan sinergi antar pilar pada 2026,” ujar dia keterangan resmi, Selasa (28/10).
Baca Juga: TBS Energi Tumbuh Positif di Tengah Transformasi Bisnis Berkelanjutan
Ia menegaskan ketahanan kinerja TBS tetap terjaga di tengah fluktuasi harga batu bara. “EBITDA kami tetap kuat, terutama berkat kontribusi segmen pengelolaan limbah dan kendaraan listrik. Ini menunjukkan bahwa portofolio hijau TBS tidak hanya tumbuh, tetapi juga semakin matang secara operasional,” kata Juli.