
loading…
Bittime meluncurkan fitur Earn pada Tokenized US Stocks. FOTO/dok.SindoNews
“Kami melihat semakin banyak investor Indonesia yang ingin memiliki eksposur terhadap saham-saham perusahaan AI global, khususnya yang tercatat di bursa Amerika Serikat. Namun, terdapat perbedaan karakteristik antara pasar Indonesia dan Amerika Serikat, terutama dari sisi pembagian dividen tahunan,” ujar Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn, seperti dikutip pada Rabu (1/7/2026).
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Ryan mengatakan meningkatnya minat terhadap aset AI global dipengaruhi ketidakpastian geopolitik, perkembangan teknologi yang pesat, serta perubahan arah kebijakan moneter global. Sejumlah perusahaan teknologi seperti NVIDIA, Apple, Microsoft, Tesla, Amazon, Alphabet, dan Meta menjadi perhatian karena dinilai sebagai motor utama inovasi AI global.
Menurut dia, karakteristik investasi saham di Amerika Serikat berbeda dengan pasar Indonesia. Jika saham domestik umumnya menawarkan dividen tahunan sekitar 3%-7%, sebagian besar perusahaan AI di Amerika Serikat hanya membagikan dividen di bawah 1%, bahkan ada yang tidak membagikan dividen karena fokus pada reinvestasi bisnis.
Untuk menjawab kebutuhan investor domestik, Bittime meluncurkan fitur Earn pada Tokenized US Stocks. Perusahaan menyebut fitur tersebut memungkinkan pengguna memperoleh reward hingga 7% annual percentage rate (APR) sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.