
loading…
Danamon mencatatkan pertumbuhan laba bersih periode berjalan sebesar 35% dan pertumbuhan 12% pada pendapatan operasional sebelum pencadangan, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Foto/Dok
Danamon mencatatkan pertumbuhan laba bersih periode berjalan sebesar 35% dan pertumbuhan 12% pada pendapatan operasional sebelum pencadangan, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year), setelah memperhitungkan dampak dari implementasi PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) 338.
Pertumbuhan profitabilitas ini didukung dengan pertumbuhan 9% year-on-year pada total kredit dan trade finance konsolidasian, serta pertumbuhan 16% year-on-year pada total simpanan konsolidasian.
Baca Juga: Danamon Umumkan Rencana Perubahan Susunan Pengurus
Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki menjelaskan, Danamon mengawali tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang kuat, dengan mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran kredit, penghimpunan dana, serta profitabilitas, serta tetap menjaga kualitas aset dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Dengan arahan strategis untuk tumbuh bersama sebagai satu grup finansial, Danamon berkomitmen tetap menjadi penyedia solusi finansial yang mendapatkan kepercayaan nasabah, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia,” kata Nobuya Kawasaki, Kamis (30/4/2026).
https://www.youtube.com/watch?v=iEIwrHTQb
Dalam sisi intermediasi keuangan, pada tanggal 31 Maret 2026, Danamon membukukan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp216,2 triliun, tumbuh 9% year-on-year. Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan kredit 11% pada lini bisnis Enterprise Banking & Financial Institution, 9% pada lini bisnis SME Banking, 7% pada lini bisnis Consumer Banking, dan 5% pada lini bisnis Adira Finance.