
loading…
Logam tanah jarang (rare earth) kini menjadi komoditas paling strategis menggerakkan roda industri teknologi tinggi. FOTO/Stars Insider
Dikutip dari Stars Insider pada Selasa (2/6), logam tanah jarang merupakan mesin tersembunyi bagi dunia modern karena karakteristik magnetik dan konduktif uniknya yang tidak tergantikan untuk memproduksi gawai pintar, baterai kendaraan listrik, turbin angin, hingga jet tempur canggih.
Baca Juga: Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
China kokoh berdiri di posisi pertama sebagai penguasa yang belum tertandingi di sektor ini. Tiongkok diperkirakan menguasai cadangan sekitar 44 juta metrik ton di dalam tanah, yang mencakup hampir separuh dari seluruh total pasokan logam tanah jarang dunia.
Mengekor di posisi kedua, Brasil mencatatkan sebagai raksasa baru dengan potensi cadangan mencapai 21 juta metrik ton. Melalui pengoperasian komersial di deposit Pela Ema, negara bagian Goiás, Brasil menargetkan produksi tahunan hingga 5.000 metrik ton oksida tanah jarang pada tahun 2026 sekaligus menjadi salah satu wilayah di luar China yang mampu memproduksi empat mineral magnetik paling kritis.
Sementara itu, India menempati peringkat ketiga global dengan total cadangan diperkirakan mencapai 6,9 juta metrik ton yang sebagian besar terkandung dalam deposit pasir mineral. Guna mengurangi ketergantungan impor magnet elemen tanah jarang yang mencapai 53.000 metrik ton, Pemerintah India kini gencar memacu riset domestik untuk mengoptimalkan metode ekstraksi dan pemurnian mandiri.