
loading…
Bendera China berkibar di atas kapal-kapal di Pelabuhan Yangshan di luar Shanghai pada bulan Februari. FOTO/Reuters
Data dari Otoritas Bea Cukai China yang dirilis pada Senin (14/7), menunjukkan bahwa surplus perdagangan Negeri Tirai Bambu tumbuh menjadi USD114,8 miliar setara dengan Rp1.868 triliun pada Juni. Angka ini meningkat dari surplus USD103,2 miliar pada Mei dan USD98,94 miliar pada periode yang sama tahun lalu, serta melampaui perkiraan analis yang memprediksi surplus sebesar 109 miliar dolar.
Ekspor China meningkat 5,8 persen secara tahunan, menguat dari 4,8 persen pada Mei dan melebihi estimasi pasar. Sementara itu, impor juga mengalami kenaikan tipis sebesar 1,1 persen, berbalik arah dari penurunan 3,4 persen pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: Perang Dagang Makin Sengit, Trump Siapkan Tarif Impor 30% untuk Eropa dan Meksiko
Pemulihan ekspor dan impor yang mengejutkan ini terjadi di tengah mencairnya ketegangan dagang antara China dan Amerika Serikat. Kedua negara tengah berupaya mencapai kesepakatan sebelum tenggat 12 Agustus mendatang. Para analis menilai lonjakan ekspor ini disebabkan oleh upaya eksportir China untuk mempercepat pengiriman guna memanfaatkan jeda tarif sementara. Sebelumnya, pesanan ekspor sempat melemah pada Mei akibat tekanan perang dagang.