
loading…
Pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. FOTO/dok.SindoNews
“Kesalahan dalam proses panen masih menjadi salah satu penyebab utama turunnya kualitas TBS dan rendahnya rendemen minyak, meski produktivitas kebun sebenarnya cukup baik,” kata Wakil Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) Idum Satia Santi dalam pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah dikutip dari pernyataannya, Minggu (21/6/2026).
Baca Juga: Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Pelatihan yang berlangsung pada 18-23 Juni 2026 itu diselenggarakan AKPY dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Kegiatan tersebut diikuti 237 petani dan penyuluh sawit dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Sebanyak 149 peserta mengikuti pelatihan teknis budidaya kelapa sawit, sedangkan 88 peserta lainnya mengikuti pelatihan panen dan pascapanen. Materi yang diberikan meliputi kriteria matang panen, teknik pemotongan tandan sesuai standar, pengumpulan brondolan, hingga penanganan hasil panen agar cepat sampai ke pabrik.