
loading…
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia tidak membantah adanya hambatan pada operasional pembangkit milik PT PLN (Persero) yang dipicu oleh minimnya suplai batu bara dengan kalori menengah. Foto/Dok
Sehingga jika sektor industri bergantung kuat lini operasionalnya pada batu bara kalori tinggi, maka bakal mengancam kelangsungan bisnis. Bahlil mengakui bahwa persoalan ini tidak terlepas dari kecenderungan menyusutnya kualitas kandungan kalori pada hasil produksi batu bara domestik.
“Ada kendala sedikit terhadap batu bara yang medium kalori, yang 5.200. Kita tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini kan semakin hari semakin rendah. Nah ini yang kita lagi cari solusinya, tapi secara yang lainnya enggak ada masalah,” ujar Bahlil di Kompleks Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Stok Batu Bara Pembangkit PLN Tahan 15,9 Hari, Pasokan LNG 12 Hari
Dari sisi regulasi niaga, harga jual komoditas batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri saat ini masih mengacu pada ketentuan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar USD70 per ton.
https://www.youtube.com/watch?v=8a6D2Wxoh
Di sisi lain, para penambang harus menghadapi kenyataan berupa membengkaknya ongkos produksi di lapangan, yang tercermin dari tingginya rasio pengupasan tanah atau stripping ratio (SR) yang kini bertengger di rentang 8% hingga 12%.