
loading…
Kapal-kapal melintasi Terusan Suez, di Ismailia, Mesir, 31 Juli 2025. FOTO/Reuters
“Perubahan pola pelayaran kapal tanker menunjukkan bahwa mereka menganggap ancaman tersebut serius,” ujar Direktur Riset Komoditas Kpler Matt Smith dikutip dari Reuters, Kamis (23/7/2026).
Pengalihan rute ini merupakan dampak terbaru dari konflik AS-Israel dengan Iran yang telah mengganggu pasokan minyak global. Kondisi tersebut memaksa kilang-kilang di Asia mencari sumber pasokan alternatif maupun menyesuaikan jalur distribusi untuk menjaga kelancaran pasokan energi.
Baca Juga: AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Data pelacakan kapal dari LSEG dan Kpler menunjukkan dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi menuju Asia berbalik arah di Laut Merah pada Selasa (21/7), setelah muncul ancaman dari kelompok Houthi. Pada saat yang sama, jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz juga kembali menurun.
Analis memproyeksikan pengiriman minyak dari Pelabuhan Yanbu di Laut Merah menuju Asia melalui Terusan Suez dan memutari Tanjung Harapan di Afrika membutuhkan tambahan waktu hingga empat minggu dibandingkan rute normal menuju Laut Arab. Jalur yang lebih panjang tersebut diperkirakan meningkatkan biaya logistik dan operasional pengiriman.