
loading…
Rusia bersiap kirim 20 dari 48 unit jet tempur Su-35 yang dipesan Iran. Foto/Tehran Times
Mengutip laporan Military Watch Magazine, Minggu (5/7/2026), jet-jet tempur tersebut dibangun di Pabrik Penerbangan Komsomolsk-on-Amur Rusia, dengan Kementerian Pertahanan Iran saat ini menanggung biaya pemeliharaan dan perawatan. Pesawat-pesawat itu masih berada di Rusia dan siap untuk dikirim ke Teheran.
Baca Juga: Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Pesanan jet tempur Su-35 ini awalnya terungkap dari bocoran korespondensi industri militer Rusia dari akhir tahun 2025 yang menunjukkan bahwa 16 unit Su-35 sudah dalam produksi untuk Iran pada saat itu.
Dengan radius tempur hampir 1.600 kilometer (1.000 mil), Sukhoi Su-35—oleh NATO dinamai Flanker-M atau Super Flanker—dapat menyerang target jauh di dalam wilayah musuh. Kemampuannya untuk beroperasi dari lapangan terbang pendek atau improvisasi juga membuatnya kurang bergantung pada pangkalan udara utama dan lebih sulit untuk dinetralisir.
Meskipun kurang canggih dibandingkan pesawat seperti Lockheed Martin F-35 Lightning II Amerika Serikat atau pun Shenyang J-16 milik China, Su-35 tetap menjadi salah satu pesawat tempur modern yang paling teruji di dunia dan terus di-upgrade dengan sistem rudal udara-ke-udara yang lebih baru.
Secara historis, Rusia memproduksi Su-35 dengan kecepatan yang relatif moderat, sekitar 14 pesawat per tahun, meskipun para pejabat Moskow mengatakan kapasitas produksi sedang diperluas.
Pada Mei 2025, Vadim Badekha, direktur jenderal United Aircraft Corporation di Rusia, mengonfirmasi bahwa upaya sedang dilakukan untuk meningkatkan produksi. Peningkatan produksi ini diperkirakan akan mengurangi pengiriman Su-35 ke Angkatan Udara Rusia sendiri selama dua hingga tiga tahun ke depan karena pesanan Iran diprioritaskan.
Dokumen pemerintah Rusia yang bocor dan diterbitkan pada akhir tahun 2025 menunjukkan bahwa Iran telah memesan total 48 pesawat tempur Su-35, yang mengonfirmasi pernyataan sebelumnya oleh pejabat Iran bahwa sejumlah pesawat yang tidak ditentukan telah dibeli.
Rusia mencapai kesepakatan pertahanan dengan Iran pada tahun 2023. Perjanjian tersebut menandai pembelian jet tempur pertama Iran sejak tahun 1990-an dan termasuk pesawat tempur Su-35, helikopter serang Mil Mi-28, dan pesawat latih jet Yakovlev Yak-130.
Minat terhadap Su-35 dari negara lain terbatas, dengan kekhawatiran tentang avionik yang sudah usang dan potensi sanksi yang menghalangi banyak calon pembeli.