Perang Iran Adalah Proyek yang Telah Lama Direncanakan



loading…

Ekonom AS Jeffrey David Sachs sebut perang AS-Israel terhadap Iran merupakan proyek yang telah lama direncanakan. Foto/Doha Institute

WASHINGTON – Ekonom terkenal Amerika Serikat (AS) Jeffrey David Sachs mengatakan perang AS-Israel terhadap Iran bukanlah perkembangan yang tidak disengaja, melainkan hasil dari strategi geopolitik jangka panjang. Dia memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat memicu konsekuensi ekonomi global yang parah.

Dalam wawancara podcast dengan jurnalis Tucker Carlson, yang dikutip Tehran Times, Senin (27/4/2026), Sachs menggambarkan perang tersebut sebagai “perang pilihan” dengan alasan bahwa perang tersebut didorong oleh ambisi dominasi regional daripada kekhawatiran keamanan langsung. Menurutnya, konflik tersebut mencerminkan upaya selama beberapa dekade untuk membentuk kembali Timur Tengah.

Baca Juga: AS Minta Negosiasi Lagi, Iran Malah Merapat ke Rusia

Sachs menekankan bahwa, bertentangan dengan ekspektasi, perang tersebut tidak melemahkan Iran. Sebaliknya, kata dia, negara Islam itu telah menjadi lebih terkoordinasi di tingkat regional, memperoleh pengalaman militer, dan memperkuat hubungan dengan kekuatan global non-Barat.

Dalam membahas akar permusuhan terhadap Iran, Sachs menunjuk pada faktor-faktor historis, khususnya keterlibatan AS pada masa lalu Iran, termasuk kudeta Iran tahun 1953, yang dia gambarkan sebagai momen kunci yang membentuk ketidakpercayaan jangka panjang dan ketegangan geopolitik.

Dia juga menantang narasi yang berlaku—tentang program nuklir Iran, dengan berpendapat bahwa klaim tentang Teheran yang akan segera mengembangkan senjata nuklir telah dibesar-besarkan atau dimanfaatkan secara politis untuk membenarkan tekanan dan konfrontasi.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *