
loading…
Pemimpin Hamas yang baru terpilih, Khalil al-Hayya. Foto/aa
Dalam pidato pertamanya yang disiarkan televisi sejak menjabat, Hayya menyerukan kepada negara-negara yang menjadi mediator negosiasi gencatan senjata untuk menekan pemerintah Israel agar menerapkan perjanjian yang ada dan melanjutkan ke fase berikutnya dari proses tersebut.
Ia mengatakan prioritas kedua Hamas adalah memulihkan “kondisi hidup yang bermartabat bagi warga Palestina di Gaza, menggagalkan rencana pengungsian, mempercepat upaya rekonstruksi, dan mengamankan pembebasan tahanan.”
Prioritas ketiga, katanya, adalah mencapai persatuan Palestina dengan meluncurkan dialog nasional segera untuk membangun kembali lembaga-lembaga Palestina, khususnya Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), di atas apa yang ia gambarkan sebagai fondasi demokratis dan konsensual.
Hayya mengatakan prioritas keempat adalah memperkuat hubungan Hamas dengan negara-negara Arab dan Muslim.