
loading…
Thailand yakin konflik perbatasan dengan Kamboja bukan ancaman perdamaian global. Foto/FB/Royal Thai Navy
Berbicara dalam konferensi pers di Bangkok pada hari Sabtu, Menteri Maris memberikan wawasan dari pertemuan tertutup DK PBB di mana ia menggarisbawahi hal ini.
Sembari meyakinkan masyarakat internasional tentang terbatasnya cakupan konflik, Menteri Maris juga mengecam keras tindakan Kamboja, menuduh mereka memicu bentrokan perbatasan baru-baru ini dan menargetkan wilayah sipil.
Mengapa Thailand Yakin Konflik Perbatasan dengan Kamboja bukan Ancaman Perdamaian Global?
1. Konflik Dipicu Kamboja
Ia mengungkapkan bahwa selama kunjungannya baru-baru ini ke Markas Besar PBB di New York untuk Forum Politik Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Berkelanjutan 2025 (HLPF2025), ia secara konsisten memberi tahu para pejabat PBB dan perwakilan dari berbagai negara bahwa bentrokan 24 Juli diprakarsai oleh pasukan Kamboja.
Ia menyatakan keprihatinan yang mendalam atas serangan terhadap fasilitas non-militer seperti rumah sakit, pom bensin, dan toko swalayan, yang mengakibatkan korban jiwa dan cedera warga sipil Thailand.
“Tidak ada negara yang dapat menerima tindakan seperti itu,” tegasnya.
2. Thailand Tak Sepakat dengan Pemasangan Ranjau Darat di Wilayahnya oleh Kamboja
Selama kunjungannya ke PBB, Menteri Maris memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan perwakilan tingkat tinggi PBB dan nasional guna mengklarifikasi perkembangan di perbatasan Thailand-Kamboja.
Ia menyampaikan ketidakpuasan Thailand yang mendalam terhadap tindakan Kamboja, terutama penggunaan ranjau darat.