Israel Bombardir Lebanon saat Iduladha, Hizbullah Bentrok dengan Tentara Zionis



loading…

Israel bombardir kota Tyre, Lebanon, saat perayaan Iduladha, hari Rabu. Sementara itu, Hizbullah bentrok dengan tentara Zionis Israel. Foto/Kawnat Haju/Al-Monitor

BEIRUT Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon, termasuk di kota Tyre, sejak hari Rabu atau saat peryaaan Iduladha. Sementara itu, kelompok Hizbullah mengatakan para milisinya bentrok dengan tentara Zionis Israel di luar “garis kuning” yang ditetapkan Israel di selatan meskipun ada gencatan senjata.

Israel pada pekan lalu berjanji akan memperluas operasi darat di Lebanon, sebuah langkah yang dilakukan menjelang perundingan hari Jumat antara delegasi militer Lebanon dan Israel di Pentagon. Putaran baru negosiasi ini bertujuan untuk mengakhiri permusuhan.

Baca Juga: Dalam Sehari, Israel Ancam Warga 50 Kota di Lebanon untuk Pergi

Saat banyak warga Lebanon mencoba merayakan Iduladha, National News Agency (NNA) yang dikelola negara Lebanon melaporkan serangan Israel di selatan negara itu dan di lembah Bekaa timur. Militer Zionis Israel berdalih bahwa mereka menyerang situs infrastruktur Hizbullah di kedua wilayah tersebut.

Militer Zionis mengeluarkan peringatan evakuasi untuk kota Nabatieh di selatan untuk hari kedua berturut-turut, dan peringatan lain untuk sebagian besar kota pesisir Tyre dan daerah sekitarnya.

NNA dan seorang koresponden AFP di Tyre melaporkan serangan militer Zionis menghantam pinggiran kota, sementara Angkatan Darat Israel mengeklaim mereka menyerang pusat komando Hizbullah di daerah tersebut.

Sebelumnya, koresponden tersebut melaporkan bahwa penduduk dari daerah yang terancam telah berkumpul di bagian kota yang tidak tercakup dalam peringatan evakuasi.

Namun, pihak berwenang Lebanon memperingatkan bahwa tempat penampungan sudah penuh dan mendesak orang-orang untuk menuju Beirut sebagai gantinya.

Hizbullah mengatakan para milisinya bentrok dengan pasukan Israel di luar “garis kuning” yang dinyatakan Israel di Lebanon selatan pada hari Rabu meskipun ada gencatan senjata. Israel secara sepihak telah mengakhiri gencatan senjata tersebut.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *