
loading…
Amir Saeid Iravani, Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk PBB, berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Timur Tengah di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada 7 April 2026. Foto/Selçuk Acar/Anadolu Agency
Berbicara pada debat veto Majelis Umum PBB atas rancangan resolusi tentang penutupan Selat Hormuz, Amir Saeid Iravani membela veto China dan Rusia dan menuduh Amerika Serikat (AS) memicu krisis melalui kekuatan militer.
“Pemberlakuan blokade maritim yang diumumkan Amerika Serikat merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Iran,” ujar Iravani, menyebutnya sebagai “tindakan agresi yang jelas terhadap hukum internasional.”
Ia berpendapat tindakan Washington juga merugikan pihak ketiga, dengan mengatakan AS “melanggar hak-hak negara ketiga atas perdagangan maritim ilegal.”
Iravani menekankan Iran telah bertindak sesuai hukum, dengan mencatat Teheran telah “menerapkan langkah-langkah yang diperlukan dan pencegahan untuk memastikan keselamatan dan keamanan navigasi melalui Selat Hormuz,” langkah-langkah “yang dirancang untuk memfasilitasi perjalanan kapal yang berkelanjutan dan aman sekaligus mencegah eksploitasi jalur air ini untuk tujuan permusuhan atau militer.”