
loading…
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh. Foto/anadolu
“Prioritas Iran adalah memberikan perlawanan maksimal kepada agresor,” ungkap Khatibzadeh.
“Kita sedang diserang, diinvasi oleh Amerika dan Israel, dan mereka mencoba menimbulkan kerusakan maksimal pada Iran. Saat ini, warga negara saya terus-menerus dibombardir oleh Amerika dan Israel. Teheran terus-menerus diserang, dan kita tidak punya pilihan selain melawan hingga peluru terakhir yang kita miliki dan hingga tentara terakhir yang kita miliki,” tegas Khatibzadeh kepada kantor berita ANI.
Diplomat Iran itu menggambarkan konflik tersebut sebagai perjuangan yang diperlukan melawan kekejaman eksternal. Wakil menteri itu juga menekankan krisis dalam hukum internasional saat ini.
“Ini adalah pertempuran yang sangat heroik… bagi kita, dan kita harus menghentikan agresor dan kekejaman mereka di Iran… Sekarang hukum internasional sedang diserang, begitu pula Iran. Sayangnya, prinsip-prinsip hukum internasional telah diserang, dan kita harus bersatu melawan kekejaman ini,” kata Khatibzadeh.
Tindakan AS mengancam norma-norma diplomatik global, tambahnya.
“Amerika telah membunuh kepala negara lain. Jika ini adalah norma baru, maka tidak ada seorang pun, tidak ada negara di dunia yang benar-benar dapat memiliki hubungan diplomatik normal dengan negara lain,” ungkap Khatibzadeh.