
loading…
Hanya Iran yang bisa membuka Selat Hormuz. Foto/X
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Minggu selama konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein, di Baghdad di tengah ketegangan yang kembali meningkat di Selat Hormuz, yang tetap berada di bawah kendali Iran setelah perang agresi ilegal AS-Israel terhadap Republik Islam Iran.
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
1. Sesuai Kesepakatan dengan AS
“Menurut MoU, selat tersebut akan kembali ke kapasitas pra-perangnya dalam waktu 30 hari di bawah pengelolaan yang akan diadopsi Iran dan setelah penghapusan hambatan oleh Republik Islam,” katanya, dilansir Press TV.
“Pengaturan ini sedang diimplementasikan, dan tanggung jawabnya terletak pada Republik Islam… Campur tangan apa pun dalam masalah ini dan upaya apa pun untuk mengadopsi pengaturan baru atau terpisah dibandingkan dengan apa yang sedang dilakukan oleh Iran hanya akan menyebabkan situasi yang lebih rumit dan penundaan dalam pembukaan kembali Selat Hormuz, dan akan memicu ketegangan.”
2. Tidak Boleh Pihak Asing Ikut Campur di Selat Hormuz
Merujuk pada ketegangan baru di Selat Hormuz, diplomat senior Iran tersebut menyerukan kepada semua pihak untuk tidak ikut campur dalam pengaturan yang sedang diadopsi oleh Iran untuk pembukaan kembali jalur air strategis tersebut, dan memastikan bahwa MoU tidak menyimpang dari tujuan yang dimaksudkan.
Iran dan Amerika Serikat telah secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad.