
loading…
China diduga berupaya perluas ekspansi senjata ke Timur Tengah melalui Pakistan. Foto/Army Recognition
Menurut Imran Khurshid, analis geopolitik dari International Centre for Peace Studies (ICPS), Islamabad kini semakin berperan sebagai pintu masuk bagi Beijing untuk memperluas pengaruh industri pertahanan dan keamanan di Timur Tengah.
Baca Juga: Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
“Meningkatnya peran Pakistan dalam diplomasi dan keamanan Timur Tengah, telah membuka ruang bagi China untuk memperluas kehadirannya melalui mitra strategis, bukan lewat penempatan kekuatan militer secara langsung,” ujar Khurshid, dalam keterangan di laman Middle East Forum, Sabtu (4/7/2026).
Salah satu faktor yang disebut memperkuat peran Pakistan adalah pakta pertahanan bersama yang ditandatangani Islamabad dan Riyadh pada September 2025. Perjanjian itu menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu pihak dipandang sebagai serangan terhadap keduanya.
Menurut Khurshid, meski Pakistan telah lama memiliki hubungan erat dengan negara-negara Timur Tengah, perubahan dinamika keamanan kawasan membuat posisi negara itu kini jauh lebih strategis bagi kepentingan Beijing.
Integrasi Pertahanan dengan China
Khurshid menilai kedekatan Pakistan dan China terlihat jelas dari komposisi persenjataan militer Islamabad.
Baca Juga: Jet Tempur Siluman J-35AE China untuk Pakistan Berisiko Picu Eskalasi Nuklir dengan India
Mengutip data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), dia mencatat lebih dari 80 persen impor senjata Pakistan sepanjang periode 2021–2024 berasal dari China.
Meski Pakistan masih mengoperasikan sejumlah sistem persenjataan buatan Amerika Serikat, termasuk jet tempur F-16, sebagian besar inventaris militernya kini berasal dari industri pertahanan China.
Menurut Khurshid, Pakistan juga aktif mempromosikan berbagai sistem persenjataan hasil kerja sama dengan Beijing, mulai dari jet tempur JF-17 yang diproduksi bersama, pesawat nirawak, hingga sistem pertahanan udara HQ-9.
Baginya, promosi tersebut bukan sekadar bagian dari strategi ekspor Pakistan.