
loading…
Juni 2023, terakhir kali warga Gaza diizinkan melaksanakan ibadah haji di Gaza. Foto/Mahmoud Ajjour/The Palestine Chronicle
Saat umat Muslim dari seluruh dunia tiba di Arab Saudi untuk ibadah haji tahunan, banyak warga Palestina di Gaza tetap terjebak oleh perang, pengepungan, dan pengungsian.
Penutupan perbatasan dan bencana kemanusiaan akibat perang telah menghalangi ribuan warga Palestina melaksanakan salah satu kewajiban agama Islam yang paling penting.
Bertahun-tahun Persiapan
Anadolu menyoroti kisah Suad Hajjaj, wanita Palestina yang persiapannya selama bertahun-tahun untuk ibadah Haji berakhir dengan kehilangan yang menghancurkan.
Sebelum perang, Hajjaj telah mendaftar untuk melakukan perjalanan bersama suami, saudara laki-laki, dan iparnya. Tetapi menurut laporan tersebut, suaminya kemudian tewas dalam serangan Israel, saudara laki-lakinya hilang, dan rumah mereka hancur.
Kini mengungsi di Stadion Yarmouk di sebelah timur Kota Gaza, Hajjaj mengatakan tabungan keluarga yang seharusnya digunakan untuk ibadah haji lenyap di bawah reruntuhan rumah mereka. Ia melarikan diri bersama anak-anaknya setelah kehilangan hampir segalanya.
Saat para jemaah berkumpul di Mekah, Hajjaj mengatakan ia bermimpi menyelesaikan ritual utama haji, termasuk mengelilingi Ka’bah dan berdiri di Gunung Arafat.