Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan



loading…

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi momentum bagi Jasa Raharja untuk terus memperkuat komitmennya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA – Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi momentum bagi PT Jasa Raharja (Persero) untuk terus memperkuat komitmennya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. Di tengah masih tingginya angka kecelakaan yang melibatkan usia produktif dan pelajar, upaya pencegahan melalui edukasi dinilai menjadi investasi penting untuk melindungi generasi penerus bangsa.

Jasa Raharja terus memperkuat pendekatan preventif melalui berbagai program keselamatan di lingkungan pendidikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan yang tidak hanya berfokus pada pelayanan santunan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar kecelakaan dapat dicegah sejak awal. Baca juga: Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta

Dirut Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin mengatakan, setiap anak berhak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, termasuk saat beraktivitas di jalan.”Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa keselamatan anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, edukasi kepada pelajar dan mahasiswa akan terus kami perkuat sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sadar dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas,” katanya, Kamis (23/7/2026).

Menurut Awaluddin, edukasi keselamatan perlu dilakukan secara berjenjang mengikuti fase pertumbuhan anak. Karena itu, Jasa Raharja berupaya mendampingi peserta didik sejak pendidikan usia dini hingga memasuki dunia perguruan tinggi, dengan materi dan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik setiap jenjang pendidikan.

Sepanjang periode Januari–Juli 2026, Jasa Raharja telah melaksanakan Safety Campaign di 8 TK dan SD yang diikuti 198 peserta didik sebagai upaya mengenalkan budaya keselamatan sejak dini. Di jenjang yang lebih tinggi, perusahaan juga menyelenggarakan Safety Campaign di 139 sekolah menengah dan perguruan tinggi yang melibatkan 13.095 pelajar dan mahasiswa. Kelompok ini menjadi fokus utama karena merupakan usia yang mulai aktif menggunakan kendaraan bermotor sekaligus termasuk kelompok dengan risiko kecelakaan lalu lintas yang relatif tinggi.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *