
loading…
Presiden AS Donald Trump. Foto/presstv
AP, mengutip dua sumber, mengatakan kesepakatan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama 30 tahun dan akan melibatkan perusahaan-perusahaan AS dalam mengembangkan program tersebut.
Hal ini dapat membuka jalan bagi fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi setelah studi bersama AS-Saudi.
Reuters, mengutip dua sumber, mengatakan pemerintah berencana menyerahkan kesepakatan tersebut kepada Kongres dalam beberapa hari mendatang sebagai apa yang disebut “Perjanjian 123”, yang ditandatangani Menteri Energi AS Chris Wright dan Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman Al Saud.
Laporan tersebut mengatakan perjanjian tersebut tidak mencakup pengamanan yang sebelumnya dikatakan Washington diperlukan untuk memastikan bahan nuklir tidak dapat dialihkan ke program senjata.
Gedung Putih belum secara publik mengkonfirmasi perjanjian tersebut.
Baca juga: Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
(sya)