
loading…
Johan Utama, Senior Principal Analyst for Gas and LNG, South and Southeast Asia dari S&P Global Commodity Insights. FOTO/dok.SindoNews
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Gas dan BBM perusahaan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kapabilitas sumber daya manusia agar mampu memahami perkembangan pasar Liquefied Natural Gas (LNG) dan gas bumi sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi primer nasional.
Baca Juga: EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
Kegiatan yang berlangsung di Kantor PLN EPI tersebut menghadirkan Johan Utama, Senior Principal Analyst for Gas and LNG, South and Southeast Asia dari S&P Global Commodity Insights, serta diikuti oleh jajaran manajemen PLN EPI, PT PLN Energi Gas, PT PLN Bahtera Adhiguna, PT Perta Daya Gas, dan insan PLN EPI lintas direktorat.
Forum ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus diskusi strategis mengenai perkembangan pasar LNG global, respons pasar terhadap berbagai potensi gangguan, hingga prospek pasar gas bumi Indonesia dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Dalam paparannya, Johan Utama menjelaskan bahwa dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar LNG dunia. Selain itu, mekanisme demand curtailment, fuel switching, serta keseimbangan pasokan dan permintaan LNG global akan sangat menentukan arah pasar energi dalam beberapa tahun ke depan.