
loading…
Iran mengancam menghentikan seluruh ekspor energi dari kawasan Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) kembali memberlakukan blokade laut terhadap Teheran. FOTO/The Time
“Ekspor minyak dan gas dari kawasan ini akan berlaku untuk semua atau tidak untuk siapa pun,” demikian pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Rabu, sebagai respons atas blokade yang kembali diberlakukan AS dikutip dari AP, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Militer AS menyatakan telah melancarkan gelombang serangan terhadap puluhan sasaran militer Iran dalam semalam, kemudian kembali menggempur sejumlah target pada siang hari. Salah satu sasaran utama adalah Pulau Greater Tunb yang berada di Selat Hormuz dan dinilai memiliki posisi strategis untuk mengendalikan jalur pelayaran energi dunia. Serangan juga menyasar instalasi pertahanan serta lokasi rudal milik Iran.
Selain itu, serangan AS menghantam markas Brigade Infanteri Mekanis ke-388 Iran di Provinsi Sistan dan Baluchestan. Televisi pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 13 rudal ditembakkan ke kompleks militer tersebut yang menewaskan tujuh personel, termasuk prajurit wajib militer dan tentara aktif, serta melukai sejumlah anggota militer lainnya.