
loading…
Iran secara mengejutkan resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz -jalur pelayaran internasional paling vital yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia- bagi seluruh kapal tanker. Foto/Dok
Melalui siaran televisi negara, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz akan terus dikunci rapat sampai Amerika Serikat menghentikan seluruh campur tangan militernya di wilayah tersebut. Iran juga mengancam akan merontokkan pangkalan militer baru AS di Teluk jika Washington berani merespons langkah nekat ini dengan agresi militer.
Tembakan Peringatan Meletus Lagi di Jalur Minyak Terpenting Dunia
Sesaat sebelum pengumuman blokade total Selat Hormuz, ketegangan fisik sudah pecah di Selat Hormuz. Militer Iran dilaporkan melepaskan tembakan peringatan ke arah sebuah kapal komersial yang dituduh melanggar aturan karena mematikan sistem radar transponder dan keluar dari rute resmi yang disetujui Tehran.
Baca Juga: Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Langkah ekstrem ini menjadi klimaks dari rentetan insiden sepanjang pekan ini. Awal pekan terpantau ada tiga kapal tanker komersial dihantam serangan saat melintasi rute rekomendasi AS di perairan Oman. Iran bersikeras bahwa satu-satunya rute aman adalah lewat perairan mereka.
Hal itu langsung dibalas oleh militer AS yang meluncurkan bom hingga menewaskan 17 orang dan melukai 115 orang di pihak Iran. Kemudian Tehran membalas dengan menggempur basis sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk.