10 Tips Bikin Video Review Tembus Jutaan Penonton ala Konten Kreator Riandi Lamusu



loading…

Konten Kreator Riandi Lamusu.

JAKARTA – Di era digital saat ini, konten review telah menjadi salah satu jenis konten yang paling berpengaruh dalam membentuk keputusan konsumen. Namun, tidak semua kreator mampu membuat review yang benar-benar dipercaya audiens. Dibutuhkan pengalaman, konsistensi, serta kemampuan menyampaikan informasi secara jujur agar sebuah konten memiliki nilai lebih.

Hal itu yang menjadi prinsip Riandi Lamusu, kreator konten bernama asli Ahlan Riandi Lamusu, yang kini dikenal aktif membuat konten review di berbagai platform media sosial. Lahir di Langowan, 23 September 2001, Riandi memiliki hobi membaca dan berlari, dua aktivitas yang menurutnya turut membentuk pola pikir disiplin dan rasa ingin terus belajar.

Melalui akun Instagram @riandi.lamusu, TikTok @riandilamusu yang telah memiliki sekitar 36 ribu pengikut, serta Facebook Riandi Lamusu, ia terus membangun reputasi sebagai kreator yang mengedepankan ulasan objektif dan informatif.
Perjalanan Riandi di dunia konten dimulai pada 2020 melalui video lipsync yang saat itu sedang populer. Seiring bertambahnya pengalaman, ia mendirikan agency KOL dan pada 2024 mulai aktif membuat konten untuk mempromosikan agency tersebut. Memasuki 2025 hingga sekarang, fokusnya berubah menjadi kreator konten review yang memberikan informasi lengkap mengenai berbagai produk.

Menurut Riandi, membuat konten review bukan hanya soal memegang kamera dan berbicara di depan layar. Dibutuhkan strategi agar video mampu menarik perhatian sekaligus membangun kepercayaan.
“Review yang bagus bukan yang membuat semua produk terlihat sempurna, tetapi yang mampu membantu orang mengambil keputusan dengan informasi yang jujur,” ujar Riandi.

Berikut 10 tips membuat konten review ala Riandi Lamusu.

1. Gunakan Produk Sampai Benar-Benar Memahami Pengalamannya
Kesalahan terbesar kreator pemula adalah langsung merekam video hanya beberapa menit setelah membuka kemasan produk. Padahal, pengalaman penggunaan merupakan inti dari sebuah review.

Riandi menyarankan untuk menggunakan produk dalam jangka waktu yang cukup sehingga bisa mengetahui performanya secara nyata. Dengan begitu, kreator dapat menjelaskan kelebihan, kekurangan, daya tahan, hingga siapa yang cocok menggunakan produk tersebut.

Menurutnya, review berdasarkan pengalaman pribadi akan jauh lebih meyakinkan dibanding sekadar membaca spesifikasi yang sudah tersedia di internet.
“Semakin lama kita mencoba produknya, semakin banyak informasi yang bisa kita bagikan kepada penonton.”

2. Lakukan Riset Sebelum Kamera Mulai Merekam
Sebelum membuat review, cari tahu terlebih dahulu informasi mengenai produk, harga, pesaing, hingga keunggulan yang ditawarkan.

Dengan riset yang matang, kreator dapat membuat pembahasan lebih mendalam sehingga video tidak terasa dangkal. Penonton pun mendapatkan informasi yang benar-benar mereka butuhkan sebelum membeli.

“Banyak orang mencari review karena ingin mendapatkan informasi yang tidak mereka temukan di iklan.”

3. Buat Pembukaan Video yang Langsung Mengundang Rasa Penasaran
Beberapa detik pertama menentukan nasib sebuah video.

Riandi menyarankan agar pembukaan video langsung menampilkan hasil penggunaan, masalah yang akan dibahas, atau pertanyaan yang membuat penonton penasaran.

Contohnya, daripada membuka dengan salam panjang, lebih baik langsung mengatakan, “Produk ini viral, tapi apakah benar-benar sebagus yang dikatakan orang?”



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *