
loading…
Media pemerintah China sebut Jepang benar-benar mensimulasikan serangan terhadap kapal induk Liaoning. Foto/Military Watch Magazine
“Sangat berani! Jepang benar-benar mensimulasikan serangan terhadap kapal induk Liaoning,” tulis CCTV.com, yang berada di bawah China Media Group, dalam sebuah unggahan di Sina Weibo resminya, yang dikutip Global Times, Senin (29/6/2026).
Baca Juga: China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Unggahan tersebut menyertakan sebuah video, di mana komentator CCTV; Teng Jianqun, mengatakan bahwa Jepang selalu melacak, memantau, dan memotret armada Angkatan Laut China yang berlayar ke Pasifik Barat.
Teng, menurut unggahan tersebut, mengatakan bahwa baru-baru ini, terjadi perubahan besar dalam penindasan pihak Jepang terhadap formasi maritim Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), di mana mereka semakin mendekat.
Tuduhan CCTV juga menyebutkan bahwa, seperti yang dilaporkan oleh media Jepang, Jepang secara bersamaan melakukan serangkaian simulasi serangan yang ditargetkan. Kapal dan pesawat PLA berada dalam siaga tinggi, dengan perintah untuk merespons dengan cepat jika terjadi eskalasi, menurut artikel media pemerintah China tersebut.
Pada 22 Juni, kelompok tempur kapal induk Liaoning kembali dengan selamat ke pelabuhan asalnya setelah menyelesaikan lebih dari 40 hari latihan tempur. Selama latihan, kelompok tempur tersebut secara berturut-turut bermanuver di berbagai wilayah maritim dan udara, termasuk Laut China Selatan dan Pasifik Barat, merencanakan dan mengatur konfrontasi sistem-sistem terpadu antara pantai dan laut, operasi penerbangan taktis pesawat berbasis kapal induk, pencarian dan penyelamatan formasi, dan latihan-latihan lainnya.
Pada konferensi pers Kementerian Pertahanan Nasional China (MND) pada Kamis lalu, seorang jurnalis lokal memaparkan bahwa selama penempatan kelompok tempur kapal induk Liaoning ke wilayah maritim dan udara Laut China Selatan dan Pasifik Barat untuk pelatihan tempur di laut lepas, kelompok tersebut berulang kali menjadi sasaran penindasan jarak dekat yang disengaja oleh kapal dan pesawat Jepang, dan beberapa analis telah mengkarakterisasi tindakan ini sebagai tindakan provokatif oleh Jepang yang sengaja membesar-besarkan “ancaman China”.