
loading…
UEA keluarkan alarm rudal Iran, beberapa detik kemudian dicabut. Foto/X
Warga diminta untuk “mengabaikan peringatan sebelumnya” yang mereka terima, karena Kementerian Dalam Negeri mengklarifikasi alarm palsu tersebut. Badan Penanggulangan Bencana dan Krisis Nasional (NCEMA) kemudian mengkonfirmasi bahwa kerusakan teknis mendadak menyebabkan peringatan tersebut dikeluarkan.
Badan tersebut dan entitas terkait mengeluarkan permintaan maaf atas “kerusakan teknis yang tidak disengaja” dan mendesak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak dikeluarkan oleh saluran resmi. Mereka menekankan bahwa masalah tersebut telah ditangani dan diatasi melalui pihak berwenang.
“Tim khusus segera memulai prosedur perbaikan yang diperlukan setelah mendeteksi masalah tersebut, sesuai dengan rencana yang disetujui untuk memastikan kelangsungan layanan dan meminimalkan dampak potensial pada pengguna,” tambahnya, dilansir Khaleej Times.
Masyarakat diimbau untuk menghindari penyebaran informasi apa pun yang mungkin tidak dikeluarkan oleh sumber resmi, dan untuk mengikuti perkembangan melalui saluran yang disetujui, klarifikasi NCEMA.
Reaksi warga terhadap insiden tersebut beragam, mulai dari panik hingga bertindak cepat, karena mereka kini telah belajar bagaimana menghadapi situasi serupa. Ben Ramas, seorang warga Filipina, sedang bekerja ketika pemberitahuan itu berbunyi. “Jujur saja, jantung saya langsung berdebar kencang. Meskipun kami sudah terbiasa dengan hal itu selama beberapa bulan terakhir, tetapi kenyataan bahwa hal itu telah berhenti (selama gencatan senjata) merupakan kelegaan yang besar,” katanya.