loading…
BYD M6 DM menyasar konsumen yang belum sepenuhnya ingin beralih ke listrik. Foto: BYD Indonesia
65 kilometer per liter. Angka itu setara konsumsi motor matic. Tapi ini MPV tujuh penumpang. Wajar kalau orang curiga: ini klaim pabrikan, atau benar-benar terjadi di jalan?
BYD menjawabnya lewat uji jalan nyata. SindoNews membawa BYD M6 DM dari Sudirman menuju Sentul, lalu Serpong, dan kembali ke Sudirman — total 150 km, full mode listrik.
Hasilnya: dari pengujian beberapa media dan mobil berbeda, baterai tersisa 20 persen-30 persen. Nyaris tanpa bensin. Rute ini melewati jalanan padat Sudirman, tol Jagorawi yang macet di kecepatan 60 kpj, sampai kontur tanjakan-turunan ringan menuju Sentul. Motor listrik tetap jadi penggerak utama di semua kondisi itu.
Bagaimana Mesin DM Bekerja
Jantungnya mesin bensin 1.500 cc, 4 silinder, naturally aspirated dengan teknologi Atkinson cycle. Tenaga puncaknya 72 kW dengan torsi 125 Nm. Tapi mesin ini bukan penggerak utama — dia cuma “asisten”. Efisiensi termalnya 46,06 persen, salah satu yang tertinggi di industri otomotif saat ini.
Penggeraknya sesungguhnya motor listrik EHS 5.0, berputar sampai 15.000 rpm, terintegrasi dalam sistem kontrol 7-in-1 dengan kemampuan komputasi chip naik 146 persen. Gabungan keduanya menghasilkan total tenaga sekitar 207 hp, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 9,1 detik.