
loading…
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/dok.SindoNews
Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan pergerakan imbal hasil (yield) SBN, terutama tenor jangka panjang, di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan ketidakpastian pasar keuangan global.
“Untuk pembelian bond di secondary market, kita masih lakukan. Makanya kan yield yang 10 tahun dan berapa tahun, basically yield government bond agak terkendali kan, tidak terpengaruh oleh rupiah maupun pergerakan perusahaan. Sudah masuk Rp11 triliun so far ya,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni dikutip Minggu (7/6/2026).
Baca Juga: Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
Purbaya mengatakan kehadiran pemerintah di pasar sekunder berfungsi sebagai instrumen penyangga untuk meredam potensi gejolak di pasar obligasi, terutama ketika terjadi tekanan jual dari investor asing yang dapat mendorong kenaikan yield secara signifikan.
Menurut dia, strategi tersebut sejauh ini cukup efektif menjaga stabilitas pasar. Hal itu tercermin dari pergerakan yield SBN tenor panjang, termasuk tenor 10 tahun, yang masih berada pada level relatif terkendali meskipun pasar menghadapi berbagai tekanan eksternal.