Mengapa Ferrari Nekat Bikin Mobil Listrik Saat Lamborghini dan Pagani Menolak Keras?


loading…

Mobil listrik pertama Ferrari justru panen hujatan daripada pujian. Foto: Ferrari

JAKARTA – Langkah berani atau blunder besar? Ferrari menjadi satu-satunya raksasa supercar Italia yang berani meluncurkan mobil listrik murni. Padahal, rival terdekatnya memilih setia pada raungan mesin pembakaran internal (ICE).

Dunia mobil eksotis sedang terbelah.

Di satu sisi, ada Ferrari. Mereka baru saja membuat sejarah dengan meluncurkan Luce. Ini bukan sekadar mobil baru. Ini adalah mobil listrik (EV) murni pertama dari Ferrari.

Tenaganya brutal: 1.000 tenaga kuda. Harganya? Tidak main-main, mencapai Rp11.520.000.000 (USD640.000).

Di sisi lain, ada Lamborghini dan Pagani. Mereka sepakat untuk menolak keras mengikuti jejak sang tetangga. Bagi mereka, jantung supercar harus tetap berdetak dengan mesin pembakaran dalam (ICE).

Mengapa Ferrari nekat mengambil lompatan ini?

Mengapa Ferrari Nekat Bikin Mobil Listrik Saat Lamborghini dan Pagani Menolak Keras?

Jawabannya ada di lantai bursa. Ferrari bukan sekadar pembuat mobil kencang. Ferrari adalah perusahaan publik. Ada pemegang saham yang menuntut pertumbuhan jangka panjang.

Manajemen Ferrari sadar, mereka butuh pelanggan baru. Luce tidak diciptakan untuk memuaskan loyalis lama yang tergila-gila pada raungan knalpot V12.

Luce dibuat untuk memikat orang kaya baru yang gila teknologi. Generasi yang lahir dari ekosistem smartphone dan melek perangkat lunak.



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *