Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah



loading…

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyoroti meningkatnya tren pendakian gunung yang dipicu fenomena fear of missing out (FOMO). Foto/Ilustrasi/Dok.

JAKARTAMenteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyoroti meningkatnya tren pendakian gunung yang dipicu fenomena fear of missing out (FOMO). Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat untuk naik gunung perlu diimbangi dengan pengelolaan yang baik, terutama terkait aspek keselamatan dan daya dukung kawasan konservasi.

Raja Juli mengatakan tren pendakian yang terus meningkat tidak boleh dibiarkan tanpa pengaturan karena berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan maupun kerusakan lingkungan.

Baca juga: Penyedia Jasa Open Trip Ditetapkan Jadi Tersangka terkait Tewasnya 3 Pendaki Gunung Dukono Imbas Erupsi

“Antusiasme ini luar biasa, harus kita kanalisasi, kita harus apresiasi, namun aspek safety juga penting,” kata Raja Juli dalam acara Indonesia Outdoor Festival (Indofest) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (4/6/2026),

Ia mencontohkan masih adanya wisatawan yang mendaki gunung tanpa persiapan memadai setelah membeli paket wisata murah.

“Saya dapat cerita ini misalkan banyak orang yang jalan-jalan ke Gili Trawangan kemudian diberikan paket murah naik Rinjani, kemudian pergi ke Gunung Rinjani tanpa peralatan yang cukup, tanpa pengetahuan yang cukup, sehingga akhirnya terjadilah apa yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Baca juga: 3 Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup Hari Ini



You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *